Tampilkan postingan dengan label Tentang Hidupku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Hidupku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Maret 2014

tinggalkan saja dia

Meninggalkan sesuatu terkadang rasanya sungguh sangat berat. Apalagi bila “sesuatu” itu tampaknya nikmat. Tapi kalau Allah yang perintahkan, seorang muslim dan muslimah sejati akan mengatakan, “Sami’na wa atho’na. Kami dengar dan kami taat.”
Bentuknya ada tiga macam:
  • Meninggalkan perkara yang haram yang sangat mungkin ia lakukan, tetapi ia meninggalkannya karena Allah.
  • Meninggalkan perkara yang halal, tetapi ditinggalkan karena ada kemaslahatan yang besar.
  • Meninggalkan perkara yang telah digariskan oleh Allah, terpaksa ia tinggalkan, tetapi ia meninggalkannya dengan niat karena Allah.
Duhai, sungguh Allah Maha Pemurah. Bila itu ditinggalkan karena-Nya, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik lagi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu.”
(HR. Ahmad, no. 23074)
*) Referensi: http://www.firanda.com/index.php/artikel/aqidah/365-aku-meninggalkannya-karena-allah

Karena Cinta Sejati atau Kecantikanmu Saja?

Cinta sejati adalah cinta yang terus menghujam tertancap kuat, tidakkan kecut dengan gelegar halilintar, tidakkan tergeser sejengkal tanah dengan air bah banjir dan tidak mudah berterbangan dengan hujan badai. Ialah cinta sejati karena Allah, mencintai seseorang karena ia mencintai Allah. Inilah cinta sejati, cinta yang takkan lenyap, tetap berangkulan di dunia dan berlanjut bersanding di surga akhirat tanpa gangguan cemburu bidadari.
Cinta sejati karena agama dan akhlaknya. Jika kecantikan masa muda mulai melambaikan tangan, kekuatan tubuh mulai melepas genggamannya, maka sebaliknya agama dan akhlak mulai semakin mendekap erat dan cinta tetap bersemayam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ
“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)
Renungkan ringkasan kisah berikut, maka cinta yang sesungguhnya bukan karena kecantikan, harta dan kekayaan, tetapi cinta karena Allah.
Sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu ketika bepergian ke Syam untuk berdagang, di tengah jalan ia bertemu seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Iapun jatuh cinta sampai tahap terkena penyakit mabuk cinta. Ia sering menyebut-nyebut mama Laila dan mengarang beberapa syair.

Rabu, 26 Februari 2014

surat dari sahabatku, Dian Reviyanti

Untuk sahabat

Sahabatku yang sangat aku sayangi karna Allah….
Dengarkanlah bisikan dari hatiku yang terdalam ini…
Aku tau bahwa aku sama sekali ta berhak mengatur alur hidupmu….aku sadar bahwa akupun sama sekali tak sempurna,aku adalah manusia biasa yang penuh salah dan dosa..
Aku sadar sahabat….
Tapi, ini yang membuatku ingin agar kau mendengarkan…bahwa Allah dan Rasul-Nya memerintahkan pada umat ini untuk saling mengingatkan agar senantiasa beristiqomah di jalan yang haq..

Sahabatku fillaah….
Engkau yang selama ini aku kenal adalah orang yang sangat peduli dan penuh perhatian,,,
Engkau yang dulu aku kenal penuh keceriaan dan kelembutan…
Dan engkau yang dulu selalu di sampingku saling mengingatkan dalam kebaikan…mengukir kenangan indah yang sampai sekarang masih terbaca jelas di memoriku.
Saat indah yang kita lewati bersama….
Saat yang sangat aku rindukan…

Tapii….
Kini akankah semua itu hanya tinggal sebuah kisah usang tak berarti lagi di hatimu??
Aku tau kau telah menemukan hidup barumu yang mungkin jauh lebih indah, tapi sahabat….
Akankah kau lupakan kami??
Aku dan dia yang sejak dulu menjadi sahabatmu….dahulu kau bilang bahwa kamilah sahabat terbaikmu…
Akankah itu hanya akan jadi sebuah kata ??

Dengarlah…
Aku merindukanmu….
Merindukanmu yang dulu,,yang selalu ada dintara kita…tersenyum bersama dan menangis bersama…
Ingatkah kau kala senja itu??
Kita berjalan bersama bergandengan tangan menikmati cerita senja yang indah??
Menapaki jalanan penuh keceriaan dan senyuman…
Sudahkah terhapus di memorimu akan hal indah yang kita lalui bersama??
Mungkinkah kenangan itu tlah engkau kubur dan kau gantikan dengan kenangan yang kau ukuir bersama mereka??
Tak apa…
Akupun tak memaksamu untuk slalu ada bersama kami…
Aku bahagia melihatmu bisa tersenyum bersama mereka…

Tapi bukan itu,,
Bukan itu yang membuatku bersedih….
Aku hanya kehilangan dirimu yang dulu…dirimu yang sangat istimewa dalam persahabatan kita…
Aku merindukan sikapmu yang dulu sahabat…
Aku tak ingin engkau terlalu jauh melangkah dalam kesemuan yang suatu saat akan menghancurkanmu,,
Sahabatku….aku merindukan dirimu yang dulu…..

dari sahabatku Dian Reviyanti

Kau berbeda….
Sejak hari itu kau sangat berbeda dari biasanya. Berubah layaknya orang asing yang baru saja ku kenal.
Kau berbeda….
Pandangan matamu yang selama ini sangat akrab denganku kini berubah menjadi sebuah pandangan semu seperti tak mengenalku.
Kau berubah….
Canda renyah yang dulu selalu kau hadirkan diantara kita berubah menjadi sebuah kepekatan asing bagiku. Mencekik, menyesakkan suasana tiap kita berjumpa.
Kau berubah…
Senyum tulus yang biasa terlukis di wajahmu serasa kini tinggal bayangan hambar kurasa.
Kau kini terasa asing bagiku….
Menjelma menjadi serpihan beku, membungkam hatiku yang tak pernah tau tentang dirimu sekarang.
Kau yang benar berubah atau memang aku yang menjauh??
Sobat.…
Hadirkanlah kembali suasana yang dulu pernah tercipta diantara kita….
Aku rindu….